Hot News[hot](3)

Kepulauan Nias[three](3)

Nasional[dark](3)

Pariwisata[two]

Towi - Towi [slider]

Politik[combine]

Sabtu, 16 Maret 2019

Menkumham Serahkan 3 Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Asal Nias Kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara

BeritaNias.Com, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly menyerahkan Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) - Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) yang berasal dari Pulau Nias kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah serta Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha dalam acara Soft Lauching Sail Indonesia 2019 di Golden Ballroom The Sultan Hotel & Residence, Kamis malam (14/3/2019).

Ada tiga Surat Pencatatan Inventarisasi KIK yang diberikan Menkumham yakni, Faluaya (Tari Perang), Tari Maena, Fahombo Batu (Lombat Batu).

Faluaya (Tari Perang) merupakan salah satu tarian daerah yang ada di Kabupaten Nias Selatan yang dilengkapi dengan peralatan seperti Baluse (tameng), Toho (tombak), Tologu (pedang), Kalabubu (sejenis kalung prajurit).

Faluaya dulunya dilakukan sebelum dan sesudah kembalinya prajurit dari medan perang. Tari perang ini tujuannya untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para prajurit yang akan terjun ke medan perang melalui syair-syair yang dinyanyikan yang disebut Hoho, dan pekikan yang diteriakkan atau disebut Hugo.

Sedangkan Tari Maena merupakan salah satu tarian tradisional asal Nias. Jenis tarian rakyat ini dilakukan secara bersama-sama. Menurut sejarah, Tarian ini sudah ada sejak dahulukala dan telah diwariskan secara turu-temurun sampai saat ini. Tari Maena ditampilkan sebagai tarian hiburan untuk prosesi seremonial acara.

Fahombo Batu atau yang lebih dikenal dengan Lompat Batu adalah salah satu atraksi ketangkasan yang dilakukan oleh para pemuda desa di Nias Selatan.

Indonesia memiliki banyak KIK yang mencakup pengetahuan tradisional, sumber daya genetik, potensi indikasi geografis dan ekspresi budaya tradisional untuk dilakukan inventarisasi dan dimasukan dalam pusat data kekayaan intelektual komunal.

Surat Pencatatan Inventarisasi KIK yang diberikan Menkumham kali ini masuk dalam kategori ekspresi budaya tradisional. EBT ini merupakan karya intelektual dalam bidang seni, termasuk ekspresi sastra yang mengandung unsur karakteristik warisan tradisional yang di hasilkan, dikembangkan dan dipelihara oleh kustodian.

"Kekayaan dan keragaman pengetahuan tradisional dan budaya yang luar biasa ini belum terdokumentasikan dengan baik, tidak heran jika sekarang ini sedikit demi sedikit kekayaan itu ada yang mulai berpindah tangan ke pihak lain," ujar Yasonna H Laoly.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa jika kebudayaan Indonesia menjadi fokus kegiatan dalam perekonomian, maka Indonesia akan memiliki banyak kesempatan untuk lebih maju.

Karenanya, Menkumham berharap kepada aparatur pemerintah dan masyarakat untuk menginventarisasi pengetahuan tradisonal dan berbagai EBT dan potensi indikasi geografis di daerahnya masing-masing, sehingga kekayaan nasional bisa terlindungi secara lebih efektif berdasarkan data tersebut.

"Inventarisasi KIK ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan KI Komunal Indonesia, memperkuat bukti kepemilikan atas KI Komunal Indonesia,  bahan untuk mempromosikan budaya Indonesia dan kemudahan akses nilai-nilai kesejarahan, kebudayaan, pengetahuan tradisional dan sumber daya genetik Indonesia," tutur Yasonna H. Laoly.

Sail Indonesia yang merupakan ajang tahunan wisata bahari yang telah diselenggarakan sejak 2009 oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menunjuk Nias, Sumatera Utara, sebagai tuan rumah Sail Indonesia untuk tahun 2019.

Penunjukan Nias sebagai kandidat tuan rumah Sail Indonesia ini pun dijadikan momen untuk membangun perokonomian daerah. Salah satu hal yang dapat menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara, yaitu dengan menyuguhkan keunikan ekspresi budaya tradisional yang dijaga secara turun temurun.

Oleh karenanya, inventarisasi terhadap EBT ini perlu dilakukan agar terlindungi dari pengakuan negara lain.

Jumat, 15 Maret 2019

Sail Nias 2019 Diharapkan Bermanfaat Bagi Masyarakat

BeritaNias.Com, Jakarta - Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara sedang dipersiapkan menjadi tuan rumah Sail Indonesia tahun 2019. Tahun ini Sail Nias, yang merupakan rangkaian dari ajang tahunan Sail Indonesia, diharapkan benar-benar bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan jangan hanya menjadi kegiatan seremoni belaka.

Daerah terakhir yang menjadi tuan rumah penyelenggara Sail Indonesia ini adalah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada September 2018, yaitu Sail Moyo Tambora.

Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia, Moh Abdi Suhufan, menuturkan pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap konsep sail yang selama ini dilakukan.


"Nampaknya kurang terkoordinasi dengan baik, minim partisipasi dan dukungan swasta, terkesan hanya hanya menjadi kegiatan seremoni tanpa konsep yang jelas," kata Abdi Suhufan

Abdi menjelaskan dulu Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan sail, tetapi setelah Dekin dibubarkan dinilai menjadi tidak jelas koordinasinya.

Untuk itu, ia menambahkan, semestinya Kemenko Kemaritiman mengambil peran untuk melakukan evaluasi dan reformulasi konsep sail sehingga tidak hanya terkesan menghamburkan uang negara tanpa manfaat bagi ekonomi lokal.

Abdi juga menginginkan persiapan Sail Nias mesti dievaluasi sudah sampai sejauh mana, pihak mana yang bertanggung jawab, serta perlu ada indikator kesuksesan penyelenggaraan di berbagai aspek.

Kepulauan Nias terdiri atas lima wilayah administrasi, yaitu Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias Induk, Nias Utara, Nias Barat, dan Nias Selatan. Kelimanya memiliki potensi wisata yang sama baiknya, terutama pemandangan pantai dan bawah laut.

Surganya wisata bahari di Kepulauan Nias terletak di Kepulauan Hinako, Nias Barat. Kegiatan terkait wisata bahari mulai dari surfing, snorkeling, menyelam, memancing, berjemur di pantai adalah hal yang bisa dilakukan di sini.

Sementara itu, di Nias Utara terdapat 'pink beach' Gawu Soyo yang tak kalah indah dengan pantai pink di pulau Komodo. Nias Selatan memiliki acara budaya yang unik seperti Ya'ahowu Nias Festival, yang akan menjadi daya tarik utama pada Sail Nias 2019 nanti.

Selain ajang tersebut, Nias juga memiliki Nias Pro yang merupakan kejuaraan surfing dunia. Nias Pro 2018 digelar di pantai Sorake pada Agustus lalu. Ajang tersebut dihadiri para surfer manca negara ini bertujuan memperkuat posisi Nias sebagai destinasi wisata surfing dan mempromosikan keindahan bahari kepulauan Nias.

Kamis, 14 Maret 2019

Launching Sail Nias 2019 “Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia”

BeritaNias.Com, Jakarta - Launching Sail Nias 2019 “Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia” di Hotel Sultan, Kamis (14/03). Dihadiri Wagub Sumut Musa Rajekshah, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, serta Duta besar dan konsulat negara sahabat.

"Saya harap acara peluncuran ini bukanlah acara seremonial, tentu saja hal itu akan bermanfaat bagi ekonomi, budaya, dan sektor pariwisata di Kepulauan Nias," kata Puan di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tema peluncuran acara tersebut adalah "Sail Nias 2019 Menuju Gerbang Destinasi Wisata Dunia". Puan menuturkan, acara peluncuran itu ditujukan mempercepat pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Program Sail Nias tersebut menggunakan anggaran lintas kementerian dan daerah.

Selanjutnya, Puan berharap, Pariwisata di Nias akan berkembang dengan baik, sehingga kecantikan alam Nias mampu menarik investor.

Puan juga menjelaskan, Nias dipilih bukan tanpa sebab. Nias memiliki keunikan yang khas, salah satu contohnya adalah ombak yang berkelas dunia. Selain itu, Nias juga memiliki kebudayaan yang indah yakni Lompat Batu.

Di saat yang sama Puan mendorong putra daerah Nias untuk menyiapkan Sail Nias 2019 dengan baik. Mulai dari kebutuhan fasilitas, keramahtamahan masyarakat, kuliner, serta akomodasi.

"Tadi kata Pak Yasonna belum ada akomodasi yang representatif yang mampu membuat wisatawan betah tinggal di Nias. Hal itu menjadi tantangan kita semua," kata Puan.

Di sela acara tersebut dilakukan pula telekonferensi dengan masyarakat Nias, termasuk pula dengan pejabat kantor Gubernur Sumatra Utara. Puan juga menyampaikan, kemajuan pariwisata di Nias nantinya akan dirasakan oleh Pemerintah Daerah Nias, bukan pemerintah pusat.

Selain Puan Maharani, Launching Sail Nias 2019 dihadiri pula oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, KSAL Laksmana Siwi Sukma Adji, serta duta besar negara sahabat.

Senin, 11 Maret 2019

Begini Cara Meiman Jaya Hulu Bunuh Pacarnya yang Sedang Hamil

BeritaNias.Com, Medan - Pelaku pembunuhan wanita hamil di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, adalah pacar korban bernama Meiman Jaya Hulu (23), warga Desa Bohalu, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan. Ia ditangkap petugas Polsek Medan Baru, Senin (11/3/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Philip Purba; dan Panit I Ipda Imanuel Ginting kepada wartawan, mengatakan, korban yang dibunuh dengan cara diberikan obat aborsi kepada Yariba Laia (21), warga Medan yang juga sebagai kekasih pelaku tidak bertanggung jawab untuk menikahi korban tersebut.

Selanjutnya, pelaku yang sudah hilang akal itu membeli sejumlah obat melalui online dengan harga Rp 1, 1 juta untuk diminumkan kepada korban. Namun naas, kepada korban yang langsung muntah-muntah dan pendarahan hebat di dalam kamarnya itu.

Selanjutnya pemilik rumah bernama Saharuddin Laia (23) yang melihat saudaranya sudah bersimbah darah langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat. Dalam perjalanan, korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Keluarga korban pun membuat laporan ke Polsek Medan Baru untuk menangkap pelaku yang diduga telah meracuni korban dengan diberikan obat aborsi tersebut.

Tidak berapa lama dari kejadian itu, petugas yang sudah mengetahui keberadaan pelaku tersebut tidak berkutik ditangkap.

Tidak itu saja, dari lokasi juga petugas berhasil menyita barang bukti 3 papan obat merek Sopros,1 obat merek Ampicilin dan satu obat merek Antalgin. "Pelaku seorang mahasiswa itu melanggar Pasal 348 KHUPidana dengan ancaman hukuman 7 Tahun Penjara," jelasnya.

Sementara itu, Meiman mengaku, melakukan pembunuhan dengan cara oborsi itu untuk menghilangkan aib yang telah dilakukannya itu bersama kekasihnya yang telah tewas di Jalan Hasanuddin Medan. "Saya beli obatnya melalui online untuk diminum oleh pacar saya. Namun terjadi pendarahan hebat yang membuat korban tewas bersama anak yang ada di dalam kandungannya," terangnya.

Begitu pun dirinya sangat menyesal apa yang telah dilakukannya itu. "Saya menyesal dan meminta maaf kepada keluarga korban yang merasa sakit hati melihat perbuatan saya ini. Saya ikhlas menjalankan hukuman di penjara," tandasnya

Sabtu, 09 Maret 2019

Sail Nias 2019 Ajang Promosi Pariwisata di Kepulauan Nias ke Dunia Internasional

BeritaNias.Com, Medan - Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengharapkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias mendukung pelaksanaan kegiatan Sail Nias 2019. Sehingga kegiatan bertaraf internasional ini tidak hanya sukses dan lancar dalam pelaksanaannya, tetapi juga mampu memperkenalkan kepulauan Nias di mata dunia, Sabtu (9/3/2019).

Hal itu disampaikan Musa Rajekshah yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sabrina pada rapat persiapan Sail Nias 2019, di Ruang Rapat Kaharuddin Nasution, Lantai delapan, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.

“Sail Nias ini membuktikan kalau Sumut memiliki daya tarik yang tak kalah indah dari daerah lain, seperti Bali. Maka kita berharap event bertaraf international ini mampu menarik wisatawan domestik juga asing untuk berkunjung menikmati suasana wisata kepulauan Nias,” ujar Musa Rajekshah.

Karena itu, kata Musa Rajekshah, yang pertama harus dilakukan adalah perbaikan infrastruktur, mulai dari jalan hingga pembangunan fasilitas umum lainnya harus dipercepat, agar tidak ada kendala pada saat event berlangsung.

“Infrastruktur itu sangat penting untuk dilakukan percepatan, hingga saat dimulainya event tidak terjadi kendala yang dapat menganggu acara yang bertaraf international tersebut,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, agar kegiatan ini nantinya tidak hanya berhenti pada tahun ini, melainkan menjadi agenda tahunnya yang harus diselenggarakan setiap tahun di Kepulauan Nias.

“ Saya juga berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan di kepulauan Nias , dan harus lebih menarik setiap tahun, agar wisatawan dalam dan luar negeri tertarik untuk melihat dan berkunjung setiap tahunnya,” katanya.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut  Hidayati menjelaskan, rencananya event Sail Nias akan dilaksanakan di Nias Selatan pada September 2019 dan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Nias.

Serta melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut dan kabupaten/kota di Sumut, untuk ikut memeriahkan event tersebut. Akan ada banyak acara di Sail Nias. Mulai dari kebudayaan, olah raga, kuliner, serta aksi lompat batu yang merupakan andalan Kepulauan Nias.

"Puncaknya ada aksi seremonial, gelar budaya, pameran, bakti sosial dan pelayanan kesehatan, atraksi kelautan dan peresmian beberapa pelaksanaan pembangunan," jelasnya.
Tujuan pelaksanaan Sail Nias tersebut, kata Hidayati adalah sebagai salah satu upaya percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil, khususnya di Kepulauan Nias.

Kemudian menggalang keterpaduan, sinergi program dan anggaran lintas Kementerian/Lembaga dan Daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

"Tujuan lainnya yaitu mempromosikan lokasi kegiatan sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. Kita ingin mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari yang hidup di Negara Kepulauan, dan mengembangkan rute pelayaran kapal-kapal ke perairan Indonesia," ungkapnya.

Turut hadir pada rapat tersebut sejumlah OPD Pemprov Sumut, serta para Bupati dan Walikota se-Kepulauan Nias.


Jumat, 08 Maret 2019

PUPR Nias Barat, Pengerjaan Aspal Sesuai Dengan Spesifikasi

BeritaNias.Com, Nias Barat  - Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Nias Barat membantah tudingan atas tidak berkualitasnya aspal yang rusak di bawadasi. Menurut mereka lapisan aspal yang seolah berpindah itu murni akibat terjangan banjir yang melanda daerah sekitar jalan yang belum 3 bulan selesai diaspal tersebut.

Meski diragukan banyak pihak, terutama warga netizen. Dinas PUPR Nias Barat melalui Kabid Bina Marga Fanotoi Hia menyampaikan bahwa proyek yang dikerjakan PT Satu Tiga Mandiri dengan pagu dana sebesar Rp. 6.381.311.000 bersumber dari DAK TA. 2018 sudah memenuhi spesifikasi sesuai perencanaan.

"Memang perencanaan kita seperti itu, konstruksinya Hotmixnya satu lapis" ujar Fanotoi ketika ditemui diruang kerjanya

Bahkan untuk memastikan kualitas aspal tersebut, Fanotoi Hia mengaku sudah ke lokasi meninjau kerusakan Aspal Hotmix dan berdasarkan pengamatan mereka aspal tersebut murni rusak akibat banjir.

"Kami telah melakukan pengecekan kerusakan dan keadaan Aspalnya, sesuai pengamatan kami, yang mana ketebalannya sesuai perencanaan 6 cm bahkan tadi pas kita ukur 7 cm" jelas Fanotoi.

Dirinya juga menjelaskan bahwa proyek yang dikerjakan rekanan, Tasrif Abdi dengan nama Paket Proyek Lanjutan peningkatan jalan bawadasi -simpang tiga lahomi (jl soekarno hatta-gatot subroto) itu baru terbayar 40%.

Sebab pekerjaan Proyek itu seharusnya Tahun 2018, namun baru bisa dilaksanakan rekanan Awal Tahun 2019. Sehingga nantinya pihak rekanan bisa dikenakan denda maksimal 5%.

" Kerusakan akibat terjangan banjir setelah diukur oleh PUPR  kurang lebih 34 meter yang tersebar di tiga titik berbeda dan itu masih tanggungjawab rekanan untuk memperbaiki," Jelas Fanotoi mengakhiri.

Rabu, 06 Maret 2019

Bawaslu Nias Selatan Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Tahun 2019

BeritaNias.Com, Nias Selatan - Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Nias Selatan Gelar Sosialisasi Pengawasan dalam rangka Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD, Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, Rabu (06/03/2019) di Aula Hotel Yonnas jalan Pasir Putih Kelurahan Pasar Teluk Dalam Nias Selatan.

Pada kesempatan itu, turut hadir : Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Gayus Duha, Komisioner KPU Kabupaten Nias Selatan, Komisioner Bawaslu Kabupaten Nias Selatan, Anggota DPRD Nias Selatan Karyawan Bago.

Kapolres Nias Selatan AKBP I Gede Nakti Widhiarta, S.IK, Danramil 12/Telukdalam, Mewakili Danlanal Nias oleh Paur Hartib Denpomal Lanal Nias Lettu Lau (PM) Muzai Nurrido, mewakili Kajari Nias Selatan, Pimpinan Parpol, Ormas, Mahasiswa, Pers dan LSM.

Pada kesempatan pemaparan materi yang disampaikan Anggota Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga, Harapan Bawaulu berharap kepada masing-masing Parpol agar segera mendaftarkan Tim Kampanye ke KPU Kabupaten Nias Selatan dan selanjutnya, KPU meneruskan Ke Bawaslu.

Terkait lokasi kampanye, dia berharap agar parpol tidak melakukan Kampanye di gereja, mesjid dan sebagainya, karena hal itu tidak diperbolehkan dalam PerBawaslu. Dan begitu juga pemasangan stiker Parpol atau foto Caleg di mobil, tidak diperbolehkan. Hal ini, pihaknya dan bekerja sama dengan Aparat Keamanan, akan dilakukan penertiban, tegas Harapan Bawaulu. 

Hot in week

Recent

Comments

LOWONGAN PEKERJAAN

Dibutuhkan Wartawan BeritaNias.Com
Silahkan Email Lamaran Anda
CV Anda ke redaksi.

Email ke: kabarnias@gmail.com
index