Hot News[hot](3)

Kepulauan Nias[three](3)

Nasional[dark](3)

Pariwisata[two]

Towi - Towi [slider]

Politik[combine]

Rabu, 01 Juli 2020

LLDIKTI Wil. I Sumut Lakukan Visitasi STKIP, STIE dan STIH Nisel Menjadi Universitas Nias Raya (UNIRA)

BeritaNias.ComNias Selatan  - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara melakukan visitasi penggabungan tiga institusi STKIP, STIE dan STIH Nias Selatan dibawah naungan Yayasan Pendidikan Nias Selatan untuk menjadi Universitas Nias Raya (UNIRA).

Visitasi ini dilakukan secara daring oleh Ketua LLDIKTI Wilayah I Sumut Prof. Dian Armanto, Sespel Dr. Mahyuni dan team Evaluator Prof. Ahmad Rafiqi Tantawi, Prof. Mohammad Zarlis, Dr. Elawijaya Alsa dan Dr. Syaffrudin Ginting Sugihen serta dihadiri oleh Katua Yayasan Pendidikan Nias Selatan Bambowo Laiya, MA, Pembina YPNS Dr. Sitasi Zagoto serta dosen ketiga perguruan tinggi STKIP, STIE dan STIH Nias Selatan dan seluruh civitas akademika. Mahasiswa ketiga BEM dengan sabar menunggu selesainya pelaksanaan visitasi tersebut.

Ketua Team Perumus Universitas Nias Raya (UNIRA) Dr. Martiman Suaizisiwa Sarumaha, M.Pd mengatakan visitasi ini dilakukan dalam rangka penggabungan tiga institusi STKIP, STIE dan STIH Nias Selatan menjadi Universitas Nias Raya (UNIRA) dengan menambahkan tiga prodi lagi yaitu Ilmu Komputer, Agroteknologi dan Penyuluhan Pertanian dengan desain kurikulum sesuai kearifan lokal dan kampus merdeka.

"Universitas Nias Raya (UNIRA) ini nantinya akan menjadi Universitas pertama yang ada di Kepulauan Nias dan terkhusus di Nias Selatan, kedepannya kita harapkan UNIRA dapat terus berkembang dengan menyesuikan perkembangan yang ada, ujar Maritiman Sarumaha. 

Martiman menambahkan, UNIRA  segera mendapatkan rekomendasi LLDikti Wilayah I Sumut, tinggal menunggu surat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, kita doakan semoga semester ganjil depan sudah bisa mulai perkuliahan dengan status kampus Universitas Nias Raya.

Secara terpisah salah seorang tokoh masyarakat Nias Selatan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan sangat mengapresiasi kerja keras Yayasan Pendidikan Nias Selatan atas segala upaya yang dilakukan, sehingga hari ini kita dapat kabar baik dilakukan visitasi kepada tiga institusi menjadi Universitas Nias Raya dan ini sejarah bagi Kepulauan Nias memiliki perguruan tinggi Universitas.

Senin, 29 Juni 2020

Lima Daerah di Sumut Nihil Kasus Covid-19

BeritaNias.Com, Medan - Medan: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, mengumumkan hingga hari ini terdapat lima daerah yang tergolong aman dari kasus covid-19. Masyarakat diminta mempertahankan wilayahnya tersebut agar tidak terpapar covid-19.

"Lima daerah tergolong aman ini ditandai dengan jumlah nihil pasien positif terpapar virus korona," kata Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah, di Medan, Senin, 29 Juni 2020.

Adapun kelima daerah yang tidak memiliki kasus covid-19, yakni Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Pakpak Bharat. Kendati demikian kasus covid-19 di Sumut masih terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.

Tercatat hingga saat ini jumlah kasus covid-19 di Sumut sebanyak 1.467 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus terbanyak masih didominasi oleh Kota Medan dengan jumlah 960 orang. Selanjutnya diurutan kedua yakni Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 188 orang.

Kemudian Kabupaten Simalungun 80 orang, Pematangsiantar 57 orang, Binjai 23 orang, Karo 20 orang, Serdang Bedagai 17 orang, Asahan 14 orang, Langkat 10 orang, Kota Tebing Tinggi enam orang, Tapanuli Utara enam orang, Batu Bara lima orang.

Selanjutnya Kota Tanjung Balai empat orang, Kota Padangsidimpuan, empat orang, Tapanuli Tengah dua orang, Dairi dua orang, Toba dua orang, Mandailing Natal dua orang, Padang Lawas dua orang, Labuhan Batu Utara dua orang, Kota Sibolga satu orang Labuhan Batu satu orang.

Kemudian Tapanuli Selatan satu orang, Humbang Hasundutan satu orang, Samosir satu orang, Padang Lawas Utara satu orang, Labuhan Batu Selatan satu orang, Kota Gunungsitoli satu orang.

"Luar Sumatera Utara sebanyak 48 orang dan domisili belum jelas sebanyak lima orang," ujar Aris.

BPBD Nias Selatan Menutup Kegiatan Pencarian Korban Nelayan Yang Hilang

BeritaNias.Com, Nias Selatan - Setelah dilakukan pencarian korban nelayan yang hilang kontak sejak senin 21 Juni 2020, BPBD Nias Selatan menutup kegiatan SAR gabungan dalam rangka pencarian korban nelayan.

Penutupan kegiatan ini berlangsung minggu malam 28 Juni 2020 di pelabuhan lama kota Telukdalam, adapun kegiatan penutupan ini turut dihadiri oleh Danlanal Nias, Kakan SAR Nias, Ketua RAPI Nias Selatan dan unsur relawan serta beberapa staf BPBD Nias Selatan. Penutupan ini diawali dengan kebaktian singkat oleh keluarga korban nelayan KM Harapanku dan KM Camar Laut.

Kalaska BPBD Nias Selatan, Idealis Dakhi mengatakan sangat berterima kasih kepada semua tim yang sudah bahu membahu dalam melakukan pencarian korban, walaupun hingga saat ini ABK KM Harapanku dan KM Camar Laut masih belum ditemukan setelah selama tujuh hari diadakan pencarian korban, bahkan hari sabtu kemarin SAR Bogor ikut membantu pencarian korban dengan menerjunkan helikopter.

Apabila dikemudian hari, setelah penutupan ini ada kabar bahwa korban di temukan, maka kami BPBD Nias  Selatan akan menerjunkan tim untuk menjemput korban serta akan melakukan pencarian  terhadap korban lainnya yang belum ditemukan disekitar lokasi dimana korban di temukan ujar Idealis Dakhi.

Ama Sorai, keluarga korban nelayan yang juga pemilik kapal nelayan KM Camar Laut mengatakan berterima kasih terhadap tim yang sudah melakukan pencarian walaupun masih belum ada hasil, apabila cuaca mendukung kami akan terus melakukan pencarian korban, kami masih berharap yang terbaik.

Hingga saat ini total 13 ABK yang masih belum ditemukan, diantaranya Korban KM Harapan Ku, yakni Elitusun Duha, Suardin Duha, Yoel Duha, Feha Loi, Sesuaikan Zalogo, Tulus Loi, Bazi Duha dan Elvis Loi sementara korban KM Camar Laut yakni Jeki Gaurifa, Yone Gaurifa, Watasan Duha, Nehemia Luaha dan Imran Sarumaha.

Minggu, 28 Juni 2020

Pemerintah Tetapkan 10 Kawasan Prioritas Pariwisata, Nias Dimana?

BeritaNias.Com, Gunungsitoli - Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga mencapai 20 juta orang pada tahun 2019. Sejak tahun 2016, pemerintah sudah melakukan berbagai strategi khusus untuk mendatangkan 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta wisatawan domestik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menetapkan 10 destinasi unggulan. Kesepuluh destinasi ini dipilih oleh Kementerian Pariwisata Indonesia  berdasarkan potensi yang luar biasa yang diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan, diantaranya:

1. Danau Toba - Sumut
2. Pantai Tanjung Kelayang - Bangka Belitung
3. Pantai Tanjung Lesung - Banten
4. Kepulauan Seribu - DKI Jakarta
5. Candi Borobudur - Jawa Tengah
6. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru - Jawa Timur
7. Mandalika - Lombok
8. Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur
9. Pulau Morotai - Maluku
10. Taman Nasional Wakatobi - Sulawesi Tenggara.

Lima tahun yang lalu tepatnya tahun 2015, 10 Daerah ini juga masuk menjadi kawasan wisata prioritas. Menjadi daerah prioritas pariwisata tentu akan mendapatkan keuntungan salah satunya mendapatkan suntikan dana dari pemerintah pusat.

Seperti tahun ini, Kawasan Danau Toba mendapatkan anggaran dari Kementrian PUPR sebesar 2,4 Triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Bahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran pada 2020 lebih besar dari tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 821,3 miliar.

Lantas bagaimana dengan Kepulauan Nias? Bukankah tahun lalu, baru saja diadakan event berskala internasional yaitu Sail Nias 2019 yang turut dihadiri oleh beberapa Menteri?

Menurut salah seorang pelaku wisata Herwil Junaidi Harefa yang sudah belasan tahun menggeluti indrustri pariwisata mengatakan bahwa sebenarnya Kepulauan Nias merupakan salah satu daerah wisata andalan di pulau sumatera yang memiliki potensi hingga mancanegara  karena wisata minat khususnya surfing telah dengarakan kejuaraan tingkat dunia yang awalnya QS 1000 di tahun 2018 meningkat ratingnya Menjadi QS 3000.

“Namun Pulau Nias dengan banyak potensi yang dimilikinya tidak termasuk dalam rangkaian kabupaten kota yang digulirkan anggaran BPODT” Jelas Herwil mempertanyakan.

Jadi Pariwisata Nias untuk Provinsi Sumatera Utara posisinya seperti apa ?

Layakkah Nias bersaing menjadi pariwisata nasional padahal kelasnya sudah ditingkat dunia ditambah lagi ratusan pulau pulau yang indah yang mengelilinginya yang tidak kalah dengan maldive dan syechelles yang sudah sangat terkenal wisatanya di kalangan dunia, tentu kita berharap ada kerjasama yang baik antar Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias untuk bersinergi dalam pembangunan khususnya bidang pariwisata, dengan melibatkan para pelaku indrustri pariwisata, jelas Herwil menutup pembicaraan.

Senin, 22 Juni 2020

Cuaca Buruk, Bagan Ikan Karam di Perairan Simuk, 9 Nelayan Hilang Kontak

BeritaNias.Com, Nias Selatan - BPBD Kabupaten Nias Selatan melaporkan ada sembilan orang warga Nias Selatan yang hilang di sekitar perairan pulau simuk. Kapal nelayan KM Harapan Kita berlayar dari Teluk Dalam untuk mencari ikan menuju arah 190 derajat di Pulau Simuk dan tenggelam karena cuaca buruk.

"Personel sudah dikirimkan ke Nias Selatan. Malam hari ini, Senin (22/6/2020), diperkirakan akan tiba pukul 22.00 WIB dan rencana besok pagi akan segera melakukan pencarian," ujar Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Nias, Sumatera Utara, M Agus  Wibisono, saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (22/6/2020).

Personel mulai melakukan pencarian Rabu (23/6/2020) besok meningat kondisi cuaca buruk di laut pada saat ini. Agus mengungkapkan bahwa keluarga korban dan masyarakat setempat telah berupaya melakukan pencarian, namun upaya tersebut masih nihil. "Telah dilakukan pencarian sebelumnya oleh keluarga korban dan nelayan setempat, namun masih nihil hingga laporan ini diterima," ucapnya.

Berdasarkan laporan tersebut, kata M Agus Wibisono, pada pukul 19.45 WIB malam ini personel SAR Nias diberangkatkan menuju Pelabuhan Teluk Dalam di Nias Selatan dan diperkirakan tiba pukul 22.15 WIB dengan membawa peralatan pendukung keselamatan lainnya.

Jarak tempuh mereka sejauh 111 kilometer yang bergerak ke 190 derajat  "Titik korodinat lokasi terakhir sejak hilang kontak berada pada 00°25'58" N-097°47'41" E, dengan dengan arah 190° di Pulau Simuk berdasarkan infromasi yang diterima kantor BNPP Nias," tegasnya.

Hingga kini, kapal dan nelayan tersebut masih belum ditemukan dan belum diketahui keberadaannya. Tim sedang melakukan pencarian bersama keluarga korban serta para nelayan setempat. Sejumlah peralatan yang diturunkan guna melakukan pencarian dan penyelamatan di antaranya Rescue Carrier D-Max, perahu LCR 40 PK, palsar air, APD Covid-19, Alat GPS dan perlatan komunikasi berupa HT.

Berikut nama-nama korban kapal tenggelam berdasarkan laporan yang diterima Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Nias, Sumatera Utara.

1. Sesuaikan Zalogo, warga Desa Hiliamaetaluo.
2. Elitusun Duha, warga Desa Hiliamaetaluo.
3. Suardin Duha, warga Desa Hiliamaetaluo.
4. Yoel Duha, warga Desa Hiliamaetaluo.
5. Tulus Loi, warga Desa Bawoganowo.
6. Ama Elvis, warga Hilizalo’o Tano.
7. Elvis, warga Hilizalo’o Tano.
8. Bazi Duha, warga Desa Hili Ana’a.
9. Masih dalam pendataan. 

Sabtu, 20 Juni 2020

Mondrorogo Diusulkan Oleh Demokrat Jadi Balon Kada Nisel

BeritaNias.Com, Jakarta - Salah satu pasangan bakal calon kepala daerah ( BACAKADA ) kabupaten Nias Selatan telah mendapatkan rekomodasi Surat Tugas dari Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) Partai Demokrat nomor 93/INT/DPP.PD/VI/2020 untuk maju dalam perhelatan Pilkada Kabupaten Nias Selatan pada hari Jumat 19 / 06 / 2020.

Bakal calon Bupati dan wakil bupati nias selatan Monasduk Duha - Orudugö Halawa periode 2020 - 2025. Monasduk Duha dari ASN sudah memundurkan diri dari pegawai negeri sipil sebagai kepala keuangan kabupaten nisel bulan januari silam. Beliau juga sebagai adek kandungan Petahana bupati Nias Selatan Hilarius Duha. yang punya pengalaman dalam bidang birokrasi pemerintah.
Orudugö Halawa sendiri merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Nias selama empat periode dan terakhir menjadi kader partai Nasdem sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

Ketua DPC ( dewan perwakilan cabang ) partai demokrat Nias Selatan Effendi langsung bersama - sama menjeput surat rekomendasi tugas di kantor DPP Demokrat oleh Sigit Raditya kepada pasangan Bacakada Mondrorogö kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara.

Secara terpisah, melalui sambungan seluler, Monasduk Duha mengucapkan terima kasih terhadap DPP Partai Demokrat yang telah dipercayakan untuk di usulkan menjadi bakal calon kepala daerah yang akan ikut dalam kontestan pilkada 9 des 2020, hal ini juga menjawab keraguan masyarakat Nias Selatan tentang pencalonan pasangan Mondrorogö.

Sementara pasangannya Orudugö Halawa mengatakan bahwa perjalanan masih panjang, tentunya rekomendasi ini akan menjadi modal awal bagi kami pasangan Mondrorogö untuk terus membangun komunikasi dengan parpol lain agar dapat memenuhi syarat jumlah kursi dalam pencalonan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan.

"Setelah ini kami ke DPP Partai Nasdem untuk mendapatkan rekomendasi dengan memberikan pertimbangan ke Nasdem bahwa kami sudah mendapatkan usulan dari DPP Partai Demokat, kami optimis bahwa Nasdem akan memberikan hal itu ke kami" ujar Orudugö Halawa menutup pembicaraan.

Jumat, 19 Juni 2020

Pasien 01 RL Kondisi Sehat, Tidak Ada Gejala, Akan Isolasi Mandiri

BeritaNias.Com,  Gunungsitoli - Pasien 01 RL yang sedang berada di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli kondisinya saat ini sehat tidak mengalami demam, batuk, sakit tenggorakan dan gejala-gejala klinis umumnya penderita covid 19.

Kabid pelayanan Dokter Hotman Purba mengatakan pihaknya telah meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Gunungsitoli agar Pasien 01 RL melanjutkan isolasi di rumah atau tempat lain yang ditunjuk dengan pengawasan dari dinas kesehatan. Hal ini sebutnya sesuai protap dari Kemenkes RI dimana jika pasien positif covid tidak ada gejala atau gejala ringan maka isolasi mandiri dapat dilakukan.

“Kecuali pasien ini menunjukkan gejala sedang seperti demam atau batuk hingga gejala berat seperti sesak napas, pasien wajib di isolasi di Rumah sakit, tapi ini pasiennya kan tanpa gejala artinya pasien baik-baik saja cuma ada virus di dalam tubuhnya”, papar Hotman, Jum’at (19/06/2020).

Ia juga menegaskan dengan memulangkan pasien agar melakukan isolasi mandiri di rumah maka rumah sakit terhindar dari fraud sengaja menahan pasien supaya dapat klaim dari penanganan pasien covid 19, padahal pasien tanpa gejala dan bisa isolasi mandiri.

“Ini sudah sesuai protap, kita tidak mau nanti ada anggapan pasien diisolasi di rumah sakit supaya bisa dapat klaim, padahal pasiennya tidak ada gejala, ini yang kita hindari betul”, tambah Hotman.

Dijelaskan pasien OTG jika isolasi mandiri wajib melaksanakan protokoler kesehatan secara ketat yakni berada di satu ruangan, tidak kemana-mana dan wajib mengenakan masker sepanjang hari. Jika masa 14 hari sudah dilewati maka pasien ini akan kembali diperiksa dengan alat TCM dan jika negative maka artinya pasien sembuh.

Saat ini dua warga lainnya yang hasil rapid testnya reaktif juga sedang menunggu hasil pemeriksaan TCM, pemeriksaan dilakukan sebanyak 2 kali. Pemeriksaan pertama negative dan hasil pemeriksaan kedua  segera keluar.

Sumber: RRI Gusit

Hot in week

Recent

Comments

Pengunjung Seminggu Terakhir

LOWONGAN PEKERJAAN

Dibutuhkan Wartawan BeritaNias.Com
Silahkan Email Lamaran Anda
CV Anda ke redaksi.

Email ke: kabarnias@gmail.com
index